Koramil Simpang Kramat adakan Pekan Bakti
Warga Gampong Paya Leupah dan Muspika Kecamatan Simpang Kramat, Kabupaten Aceh Utara, melakukan gotong royong di Meunasah Paya Leupah Kecamatan Simpang Kramat.
Disela-sela kegiatan tersebut Komandan Koramil Simpang Kramat Lettu Salihin menyampaikan bahwa gotong royong yang dilakukan tersebut sehubungan dengan program Pekan Bakti. Pantauan SPK Blogspot, gotong royong tersebut dihadiri Camat Simpang Kramat Yulizar, S.Sos. M.Si juga melibatkan unsur warga Gampong, semua Perangkat Gampong, anggota Koramil, anggota Polsek dan Pegawai Kantor Camat Simpang Kramat.
Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai bentuk kepedulian Koramil Simpang Kramat serta adanya kebersamaan dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung program Jum’at bersih yang dilaksanakan oleh Muspika Kecamatn Simpang Kramat.
Thursday, February 10, 2011
Daftar Nama penerima dana Hibah APBD Aceh Utara Tahun 2011 Kecamatan Simpang Kramat
Mesjid
Mesjid Babussalam Gampong Keude Simpang IV
Mesjid Baitul Halim Gampong Meunasah Dayah brm
Mesjid Amaliah Gampong Buloh Raya Mancang brm
Mesjid Jabal Nur Gampong Km. 8 brm
Meunasah
Meunasah Ie Tarek I abi
Meunasah Paya Teungoh abi
Meunasah Baroh brm
Meunasah Ie Tarek II abi
Meunasah Km. 8 brm
Meunasah Mancang brm
Meunasah Teungoh brm
Meunasah Alue Bade brm
Meunasah Km. 6 brm
Meunasah Kuede Simpang IV abi
Meunasah Blang Raleu abi
Meunasah Dayah brm
Balai Pengajian
Balai Pengajian Babut Thalibin Gampong Meunasah Teungoh
Balai Pengajian Bustanul Huda Gampong Blang Reuleu
Mesjid
Mesjid Babussalam Gampong Keude Simpang IV
Mesjid Baitul Halim Gampong Meunasah Dayah brm
Mesjid Amaliah Gampong Buloh Raya Mancang brm
Mesjid Jabal Nur Gampong Km. 8 brm
Meunasah
Meunasah Ie Tarek I abi
Meunasah Paya Teungoh abi
Meunasah Baroh brm
Meunasah Ie Tarek II abi
Meunasah Km. 8 brm
Meunasah Mancang brm
Meunasah Teungoh brm
Meunasah Alue Bade brm
Meunasah Km. 6 brm
Meunasah Kuede Simpang IV abi
Meunasah Blang Raleu abi
Meunasah Dayah brm
Balai Pengajian
Balai Pengajian Babut Thalibin Gampong Meunasah Teungoh
Balai Pengajian Bustanul Huda Gampong Blang Reuleu
Tuesday, February 8, 2011
1st Face
Alhamdulillah sampai juga ke Simpang Kramat, tempat tugas baru lalu bertemu dengan wajah baru.
Enak ya, kantor nya berdiri di areal 2 ha. Banyak tanah kosong, bayangkan lahan 2 ha hanya ada 7 bangunan, Kantor Camat, Kantor Koramil, Kantor Polsek, Rumah Dinas Camat, Rumah Dinas Koramil, Rumah Dinas Polsek dan Gedung pertemuan, sisa nya tanah kosong, enak ni bisa berkebun dengan bercocok tanam. Yang dibayangkan adalah pengin tanam kacang tanah dan palawija lainnya. Kapan ya bisa tercepai cita-cita ini.
Wajah paertama yang ditemui di kantor baru adalah adalah para karyawan yang ramah dan saling menyapa, mudah-midahan saling menyapa sampai akhir nanti, tanpa ada kebencian diantara kita.
Hari ini (9 Pebruary 2011) akan diadakan pertemuan intern dengan agenda diskusi dan saling memperkenalkan diri.
Simpang Kramat, kami berkeinginan memberikan yang terbaik. Simpang Kramat terimalah kedatangan kami.
Kritik dan saran silakan kirim ke e-mail kramatsimpang@yahoo.com
Enak ya, kantor nya berdiri di areal 2 ha. Banyak tanah kosong, bayangkan lahan 2 ha hanya ada 7 bangunan, Kantor Camat, Kantor Koramil, Kantor Polsek, Rumah Dinas Camat, Rumah Dinas Koramil, Rumah Dinas Polsek dan Gedung pertemuan, sisa nya tanah kosong, enak ni bisa berkebun dengan bercocok tanam. Yang dibayangkan adalah pengin tanam kacang tanah dan palawija lainnya. Kapan ya bisa tercepai cita-cita ini.
Wajah paertama yang ditemui di kantor baru adalah adalah para karyawan yang ramah dan saling menyapa, mudah-midahan saling menyapa sampai akhir nanti, tanpa ada kebencian diantara kita.
Hari ini (9 Pebruary 2011) akan diadakan pertemuan intern dengan agenda diskusi dan saling memperkenalkan diri.
Simpang Kramat, kami berkeinginan memberikan yang terbaik. Simpang Kramat terimalah kedatangan kami.
Kritik dan saran silakan kirim ke e-mail kramatsimpang@yahoo.com
Sunday, February 6, 2011
ORANG PERTAMA
Orang pertama yang saya ketahui di Kantor Camat Simpang Kramat selain Bang Ilyas sebagai Camat adalah Pak Rahman, kedua Mahyul ketiga Abni.
Geuchik yang pertama saya hubungi di wilayah kecamatan Simpang Kramat adalah Geuchi Keude Simpang 4 pak Abdl Hamid, Kedua Geuchik Muhammad dan Ketiga Geuchik Mahyedin.
Mukim yang pertama saya temui di wilayah Kecamatan Simpang Kramat adalah Mukim Abi, kedua Mukim BRM Tgk. Azhari.
Tokoh Kecamatan Simpang Kramat yang pertama saya temui adalah pak Din Demokrat.
Kesemua orang orang Simpang Kramat yang saya temui adalah orang yang layak saya hormati dan bisa menjadi tauladan.
Saya mengharapkan semua orang yang saya temui ini menjadi saudara saya di kala susah dan senang.
Coment silakan kirim ke e-mail kramatsimpang@yahoo.com
Orang pertama yang saya ketahui di Kantor Camat Simpang Kramat selain Bang Ilyas sebagai Camat adalah Pak Rahman, kedua Mahyul ketiga Abni.
Geuchik yang pertama saya hubungi di wilayah kecamatan Simpang Kramat adalah Geuchi Keude Simpang 4 pak Abdl Hamid, Kedua Geuchik Muhammad dan Ketiga Geuchik Mahyedin.
Mukim yang pertama saya temui di wilayah Kecamatan Simpang Kramat adalah Mukim Abi, kedua Mukim BRM Tgk. Azhari.
Tokoh Kecamatan Simpang Kramat yang pertama saya temui adalah pak Din Demokrat.
Kesemua orang orang Simpang Kramat yang saya temui adalah orang yang layak saya hormati dan bisa menjadi tauladan.
Saya mengharapkan semua orang yang saya temui ini menjadi saudara saya di kala susah dan senang.
Coment silakan kirim ke e-mail kramatsimpang@yahoo.com
Wednesday, February 2, 2011
Lhoksukon, Matangkuli dan Simpang Kramat Banjir
Desember 29, 2009 oleh cekguku
Sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Utara dan Pemko Lhokseumawe dilanda banjir sejak Sabtu (26/12) malam akibat jebolnya tanggul Krueng Pase di tiga titik. Sementara Krueng Keureutoe Lhoksukon dan Krueng Buloh Kecamatan Simpang Kramat juga meluap.
Di Kabupaten Aceh Utara, warga 40 desa di pedalaman telah mengungsi ke meunasah dan rumah panggung karena ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. “Dinas Sosial setempat telah memberikan bantuan ke desa-desa yang ada pengungsi dibantu tim SAR Aceh Utara, Tagana dan ORARI,” ujar Sekretaris Satkorlak Aceh Utara, Drs Usman Ishak kepada wartawan, kemarin.
Menurutnya, ke 40 desa yang warganya telah mengungsi yakni 11 desa di Kecamatan Matangkuli, 6 desa di Kecamatan Tanah Luas, 12 desa di Kecamatan Simpang Kramat dan 11 desa di Kecamatan Kuta Makmur. Meskipun banjir melanda beberapa kecamatan, sejuah ini tidak ada korban jiwa, ujar Usman Ishak. Sementara di Pemko Lhokseumawe, banjir melanda Kecamatan Blang Mangat dan Muara Dua. Tidak ada warga yang mengungsi.
Pantuan Analisa, Minggu (27/12), di Kabupaten Aceh Utara banjir melanda Kecamatan Samudera Geudong, Tanah Luas, Nibong, Matangkuli, Pirak Timu, Simpang Kramat, Mulia, Syamtalira Bayu dan Kecamatan Kuta Makmur.
Di Kecamatan Blang Mangat banjir meneggelamkan sekitar 50 hektar tanaman padi yang sedang berbuah yakni di Desa Blang, Asan Kareung , Mane Kareung, Kumbang. Menurut Azhari, tokoh masyarakat Desa Blang, air mulai memasuki pemukiman penduduk Minggu dinihari. Banjir ini merupakan banjir kiriman dari Krueng Buloh dan Krueng Pase yang terjadi setiap tahun, ujar Azhari.
Sementara di Kecamatan Matangkuli, Jalan Line Pipa Exxon Mobil di Desa Rayeuk Kuta, Kecamatan Tanah Luas dan Desa Parang Sikureung, Kecamatan Matangkuli terendam banjir sepanjang 1 km. Puluhan rumah penduduk di dua desa tersebut ikut terendam banjir. Di Kecamatan Matangkuli desa-desa yang terendam banjir sejak Minggu (27/12), yakni Desa Parang Sikureung, Desa Meuria, Baro, Blang, Mei, Desa Kedai Matangkuli.
Tanggul Pecah
Sementara itu Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Aceh Utara, Ir Mawardi yang ditanya Analisa, Minggu (27/12) menjelaskan, banjir yang melanda beberapa kecamatan di Aceh Utara dan Lhokseumawe akibat meluapnya Krueng Keureutoe Lhoksukon di Kecamatan Matangkuli dan Krueng Buloh Kecamatan Simpang Kramat.
Banjir semakin meluas akibat pecahnya tanggul Krueng Pase di Kecamatan Samudera Geudong Aceh Utara dengan lokasi patah tanggul di Desa Tanjong Baroh, Tanjong Reungkam, dan Tanjong Me.
Dikatakan, Krueng Buloh juga meluap akibat hujan dua hari terakhir yang melanda Aceh Utara dan Lhokseumawe, akibatnya Kecamatan Simpang Kramat dilanda banjir besar dan berimbas ke Kecamatan Blang Mangat Pemko Lhokseumawe.
Sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Utara dan Pemko Lhokseumawe dilanda banjir sejak Sabtu (26/12) malam akibat jebolnya tanggul Krueng Pase di tiga titik. Sementara Krueng Keureutoe Lhoksukon dan Krueng Buloh Kecamatan Simpang Kramat juga meluap.
Di Kabupaten Aceh Utara, warga 40 desa di pedalaman telah mengungsi ke meunasah dan rumah panggung karena ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. “Dinas Sosial setempat telah memberikan bantuan ke desa-desa yang ada pengungsi dibantu tim SAR Aceh Utara, Tagana dan ORARI,” ujar Sekretaris Satkorlak Aceh Utara, Drs Usman Ishak kepada wartawan, kemarin.
Menurutnya, ke 40 desa yang warganya telah mengungsi yakni 11 desa di Kecamatan Matangkuli, 6 desa di Kecamatan Tanah Luas, 12 desa di Kecamatan Simpang Kramat dan 11 desa di Kecamatan Kuta Makmur. Meskipun banjir melanda beberapa kecamatan, sejuah ini tidak ada korban jiwa, ujar Usman Ishak. Sementara di Pemko Lhokseumawe, banjir melanda Kecamatan Blang Mangat dan Muara Dua. Tidak ada warga yang mengungsi.
Pantuan Analisa, Minggu (27/12), di Kabupaten Aceh Utara banjir melanda Kecamatan Samudera Geudong, Tanah Luas, Nibong, Matangkuli, Pirak Timu, Simpang Kramat, Mulia, Syamtalira Bayu dan Kecamatan Kuta Makmur.
Di Kecamatan Blang Mangat banjir meneggelamkan sekitar 50 hektar tanaman padi yang sedang berbuah yakni di Desa Blang, Asan Kareung , Mane Kareung, Kumbang. Menurut Azhari, tokoh masyarakat Desa Blang, air mulai memasuki pemukiman penduduk Minggu dinihari. Banjir ini merupakan banjir kiriman dari Krueng Buloh dan Krueng Pase yang terjadi setiap tahun, ujar Azhari.
Sementara di Kecamatan Matangkuli, Jalan Line Pipa Exxon Mobil di Desa Rayeuk Kuta, Kecamatan Tanah Luas dan Desa Parang Sikureung, Kecamatan Matangkuli terendam banjir sepanjang 1 km. Puluhan rumah penduduk di dua desa tersebut ikut terendam banjir. Di Kecamatan Matangkuli desa-desa yang terendam banjir sejak Minggu (27/12), yakni Desa Parang Sikureung, Desa Meuria, Baro, Blang, Mei, Desa Kedai Matangkuli.
Tanggul Pecah
Sementara itu Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Aceh Utara, Ir Mawardi yang ditanya Analisa, Minggu (27/12) menjelaskan, banjir yang melanda beberapa kecamatan di Aceh Utara dan Lhokseumawe akibat meluapnya Krueng Keureutoe Lhoksukon di Kecamatan Matangkuli dan Krueng Buloh Kecamatan Simpang Kramat.
Banjir semakin meluas akibat pecahnya tanggul Krueng Pase di Kecamatan Samudera Geudong Aceh Utara dengan lokasi patah tanggul di Desa Tanjong Baroh, Tanjong Reungkam, dan Tanjong Me.
Dikatakan, Krueng Buloh juga meluap akibat hujan dua hari terakhir yang melanda Aceh Utara dan Lhokseumawe, akibatnya Kecamatan Simpang Kramat dilanda banjir besar dan berimbas ke Kecamatan Blang Mangat Pemko Lhokseumawe.
Sabtu, 4 December 2010 | 10:15
Warga Simpang Kramat Butuh Saluran Irigasi
________________________________________
SIMPANG KRAMAT- Sejauh ini, masih banyak areal sawah di kecamatan Aceh Utara yang masih tadah hujan. Seperti halnya yang dialami oleh warga Kecamatan Simpang Kramat yang terus mengharapkan hadirnya saluran irigasi. Sementara itu, usulan ini telah diuslkan sejak 20 tahun lalu oleh masyarakat kepada pemerintah daerah.
Informasi yang diteriam wartawan koran ini dari warga setempat, Muhibuddin, bahwa pihaknya sangat membutuhkan saluran irigasi yang menghubungkan Krueng Bare dan Pucok Krueng Buloh. Sehingga sistem pengairan sawah petani lebih baik dan dapat memperbaiki taraf ekonomi petani. selain itu untuk menanggulangi luapan air sungai kala m,usim penghujan.
“Kami saat ini sangat membutuhkan pembangunan saluran tersebut sekitar 6 km. Jika ini terbangun, maka warga tiga kecamatan akan mendapatkan manfaat. Ada sekitar 3.000 hektar lebih areal sawah yang dapat terairi,” ujar Muhib yang didampingi M.Dahlan.;Sambungnya, usulan ini telah disampaikan oleh masyarakat sejak 20 tahun silam. Tetapi hingga kini usulan itu belum juga terealisasikan. Untuk itulah kini warga Simpang Kramat kembali mengusulkan permohonan ini kepada pemerintah.
“Kita mengusulkan agar daerah itu dibangun saluran irigasi. Namun tehnisnya itu terserah pihak pemerintah melalui dinas terkait. Apakah melalui pembuatan saluran ataupun dengan sistim pipanisasi. Yang jelas kami saat ini sangat mendambakan hadirnya saluran untuk pengairan tersebut,” terang warga ini.
Pada tahun ini, usulan itu telah disampaikan pihaknya kepada dinas terkait. Tetapi dari hasil penelusuran mereka, usulan ini tidak masuk dalam rancangan APBK tahun 2010 yang telah diajukan kepada legislatif. Padahal sebelumnya survey awal telah dilakukan oleh dinas terkait dilokasi yang dimaksud warga.
“Kita maklum jika kondisi pemerintah Aceh Utara saat ini sedang krisis. Kami hanya meminta agar tahun ini dimasukkan usulan tersebut. Meski bukan realisasi pembangunan, tapi cukup untuk dana awal untuk perencanaan.
Jika ini nantinya sudah ada, maka kita bersama akan berusaha mencari dana dari luar Aceh Utara,”ucap Muhib.
Harapan agar usulan warga ini terealisasi tentunya sangat besar ditujukan pada pemerintah. Karena saluran itu membawa dampak yang sangat banyak kepada masyarakat. (agt)
Warga Simpang Kramat Butuh Saluran Irigasi
________________________________________
SIMPANG KRAMAT- Sejauh ini, masih banyak areal sawah di kecamatan Aceh Utara yang masih tadah hujan. Seperti halnya yang dialami oleh warga Kecamatan Simpang Kramat yang terus mengharapkan hadirnya saluran irigasi. Sementara itu, usulan ini telah diuslkan sejak 20 tahun lalu oleh masyarakat kepada pemerintah daerah.
Informasi yang diteriam wartawan koran ini dari warga setempat, Muhibuddin, bahwa pihaknya sangat membutuhkan saluran irigasi yang menghubungkan Krueng Bare dan Pucok Krueng Buloh. Sehingga sistem pengairan sawah petani lebih baik dan dapat memperbaiki taraf ekonomi petani. selain itu untuk menanggulangi luapan air sungai kala m,usim penghujan.
“Kami saat ini sangat membutuhkan pembangunan saluran tersebut sekitar 6 km. Jika ini terbangun, maka warga tiga kecamatan akan mendapatkan manfaat. Ada sekitar 3.000 hektar lebih areal sawah yang dapat terairi,” ujar Muhib yang didampingi M.Dahlan.;Sambungnya, usulan ini telah disampaikan oleh masyarakat sejak 20 tahun silam. Tetapi hingga kini usulan itu belum juga terealisasikan. Untuk itulah kini warga Simpang Kramat kembali mengusulkan permohonan ini kepada pemerintah.
“Kita mengusulkan agar daerah itu dibangun saluran irigasi. Namun tehnisnya itu terserah pihak pemerintah melalui dinas terkait. Apakah melalui pembuatan saluran ataupun dengan sistim pipanisasi. Yang jelas kami saat ini sangat mendambakan hadirnya saluran untuk pengairan tersebut,” terang warga ini.
Pada tahun ini, usulan itu telah disampaikan pihaknya kepada dinas terkait. Tetapi dari hasil penelusuran mereka, usulan ini tidak masuk dalam rancangan APBK tahun 2010 yang telah diajukan kepada legislatif. Padahal sebelumnya survey awal telah dilakukan oleh dinas terkait dilokasi yang dimaksud warga.
“Kita maklum jika kondisi pemerintah Aceh Utara saat ini sedang krisis. Kami hanya meminta agar tahun ini dimasukkan usulan tersebut. Meski bukan realisasi pembangunan, tapi cukup untuk dana awal untuk perencanaan.
Jika ini nantinya sudah ada, maka kita bersama akan berusaha mencari dana dari luar Aceh Utara,”ucap Muhib.
Harapan agar usulan warga ini terealisasi tentunya sangat besar ditujukan pada pemerintah. Karena saluran itu membawa dampak yang sangat banyak kepada masyarakat. (agt)
Subscribe to:
Posts (Atom)